Kutunggu sampai mati bagian 2

Hujan deras dan petir yang menyambar membuat lurah Atep terkejut. Ia memang sedang tak enak karena semalam bermimpi buruk. Mimpi didatangi oleh Chacha yang akan membalas dendam. Ia teringat ketika beberapa waktu lalu ketika suaminya yaitu Kayana dipenjara ia memang berjanji akan melindungi nya. Bukan karena Kayana sudah baik hati karena tidak membocorkan rahasia perampokan yang bisa menyeret nya tapi karena sejak melihat Chacha lurah Atep sudah kepincut.

Awalnya memang Atep hanya memberikan apa yang sudah dijanjikan dengan Kayana untuk menyambung hidup istrinya. Chacha juga sebenarnya agak heran kenapa lurah baik padanya, tapi ia tepis anggapan itu karena ia tahu suaminya itu berteman baik dengan lurah Atep, bahkan kalo ada suatu acara di kelurahan maka Kayana lah yang diminta mengkoordinasikan terutama masalah keamanan karena Kayana memang sudah terkenal di daerah tersebut sebagai jawara.

Malam durjana itu pun terjadi. Chacha diundang ke rumah pak lurah dengan alasan ada keperluan. Dirumah itu lantas pak lurah merayu dan meminta Chacha melayani nafsunya. Tentu saja Chacha menolak dan berteriak minta tolong. Sayang hujan yang deras dan juga jauhnya rumah pak lurah dengan warga sekitar membuat teriakannya tak berguna. Chacha pun lari, sayangnya ia bukan lari keluar tapi justru ke lantai atas yang membuat ia makin tersudut.

” jangan mendekat atau aku akan, akan bunuh diri…” teriak Chacha lantas naik ke pagar di lantai dua.

Lurah Atep hanya terkekeh. Baginya tak mungkin chacha akan bunuh diri. Lurah pun maju menerkam. Melihat hal itu, Chacha yang putus asa lantas melompat dan tubuhnya pun jatuh ke tebing yang disambut oleh arus sungai yang deras.

Suara petir yang menggelegar memekakkan telinga membuat lurah Atep tersadar dari lamunan nya. Entah mengapa ia terasa takut. Ketakutan itu membuat ia menceritakan mimpinya semalam kepada Agus, pengawal nya yang paling dipercaya. Agus pun memberikan solusi bahwa ia akan memanggil guru nya lantas Agus pun pergi ke gunung tempat guru nya berada. Saat sore lurah Atep menunggu, ia justru ditelpon oleh anak buahnya yang mengabarkan bahwa Agus ditangkap polisi karena terlibat perkelahian beberapa malam sebelumnya. Ia menggigil karena ia teringat mimpi buruk nya semalam.

” Aku akan membalasmu lurah keparat. Aku akan membalas mu.”

Duaarrrr, suara petir yang menyambar membuat nya kembali terkejut dan sialnya tiba-tiba lampu mati. Apalagi saat samar-samar hidungnya mencium bau kemenyan.

” Aku akan membalasmu lurah keparat, aku akan membalasmu hi hi hi…” sebuah suara sayup-sayup keluar membuat lurah Atep ketakutan apalagi dari lantai dua tiba-tiba muncul sesosok wanita dengan muka rusak dan berbau busuk. Sosok itu pun pelan-pelan mendekati Atep dengan tatapan mata bengis.

” jangan bunuh aku Chacha, ampuni aku.” teriak lurah Atep ketakutan.

” Kau yang membunuh ku lurah keparat. ” desis nya mendekati membuat Atep langsung kehilangan nyali. Ia pun segera bersujud dan mengakui semua perbuatannya termasuk juga perampokan yang dilakukan oleh Kayana.

Tiba-tiba lampu kembali menyala. Dari sebuah kamar lantas keluar dua orang polisi yang segera memborgol lurah Atep membuatnya terbelalak. Lebih terbelalak lagi ketika ia melihat Kayana keluar dengan Herman pamannya dan juga beberapa orang yang tidak dikenal nya. Sayang keterkejutan nya segera hilang ketika ia ditarik paksa keluar oleh dua polisi tersebut.

” Kau luar biasa Bubu. ” seru Kayana lantas memeluknya. Ia hanya tersenyum lantas balas memeluk.

” bagaimana kau bisa naik ke lantai atas? Kukira kau akan muncul dari dapur. ”

” kau ingin tahu mas Kayana? Ayo ikut aku.” senyumnya lantas ia pun segera naik ke lantai atas yang diikuti oleh Kayana. Amrana, Herman dan lainnya hanya geleng-geleng kepala saja melihat mereka berdua. Sayang mereka terkejut ketika pintu depan terbuka dan nampak dua orang datang, salah satunya berpakaian mirip sekali dengan wanita yang naik ke lantai atas.

” maaf ayah, aku terlambat karena tadi ban mobil bocor dan tak ada ban serep nya. Terpaksa memanggil seseorang makanya lama, iya kan Farida?” seru Bubu yang lantas ditimpali dengan anggukan kepala oleh Farida.

“Apaaa, jadi bukan kau yang tadi naik ke lantai atas.” teriak Amrana dan Herman hampir berbarengan. Segera saja mereka ribut lantas naik ke lantai dua. Dilihatnya Kayana sedang bergandengan tangan dengan perempuan yang mirip Bubu lantas naik ke pagar pembatas. Tempat dimana dulu Chacha bunuh diri.

” Mas Kayana, ini aku Bubu mas. ”  teriak Bubu hampir putus asa. Sayangnya Kayana seperti terhipnotis dan tidak mengindahkan. Dan tiba-tiba mereka berdua melompat membuat Bubu histeris dan jatuh tak sadarkan diri.

 

~ ~ ~

Sebuah kuburan baru tampak disebelah makam Chacha. Kuburan itu adalah milik Kayana yang jasadnya ditemukan keesokan harinya persis dimana dulu jasad istrinya ditemukan. Bubu hanya bisa memandangi makam tersebut Dengan hati pilu. Rencana nya untuk merajut masa depan dengan Kayana kini musnah sudah.

” biarlah, mungkin itu yang terbaik buat Kayana. ” Herman berkata sambil menepuk pundak Bubu. Bubu hanya mengangguk lantas memeluk Farida yang ada disamping nya. Bubu teringat perkataan Kayana dulu, bahwa istrinya akan menunggunya sampai mati dan kini ia menepati janji.

KUTUNGGU SAMPAI MATI.

 

~ Tamat ~

 

Cikande, 15 Juni 2017.

 

 

8 tanggapan untuk “Kutunggu sampai mati bagian 2”

  1. Padahal Bubu mirip Chacha yaa!! katanya..😱😱 Namun tak membuat Kayana berubah kepada Chacha…😂😂

    Buktinya ia Rela mati bareng demi Chacha…tapi apakah Chacha yang cemburu…massa hantu cembokuran haahaaa!!! PA…

    Terus gimana nasib Bubu… massa harus jatuh kepelukan Herman haaahaaa!!! PA 😂😂😂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s