Kutunggu Sampai Mati

Kayana pulang ke desa nya saat hari menjelang sore. Beberapa penduduk yang mengenalnya begitu melihat Kayana langsung membuat muka, bahkan ada satu dua diantaranya yang meludah. Kayana hanya bisa mengelus dada walau hati sebenarnya agak panas. Ia maklum apa yang menyebabkan penduduk membencinya. Kayana sendiri baru pulang karena ia baru bebas dari penjara akibat dari kejahatan yang dilakukannya. Ia tentu dianggap mencemarkan nama baik kampungnya dan wajar kalo ia dibenci.

Begitu sampai dirumahnya ia terkejut. Rumah dalam keadaan kosong dan berantakan. Chacha, sang istri tercinta nya tak ada ditempat. Padahal sebelum masuk penjara istrinya telah berjanji. ” Akan kutunggu kau mas Kayana sampai engkau bebas, kutunggu sampai aku mati.” segera ia menuju rumah pamannya yang ada disebelahnya. Herman, sang Paman yang sebenarnya enggan menerima ponakannya akhirnya memberi tahu kalo beberapa hari yang lalu Chacha telah mati bunuh diri di sungai, kemungkinan karena kesepian dan juga terhina karena dijauhi masyarakat. Jasadnya ditemukan keesokan harinya dalam keadaan rusak dan membusuk.

” Chacha, mengapa kau tega meninggalkan diriku cha, bukankah kau sudah berjanji akan menunggu ku. Tapi mengapa kini kau bunuh diri.” Isak tangis Kayana pecah begitu sampai dimakam sang istri.

Setelah puas menangis, Kayana lantas menuju rumah pak lurah yang merupakan rumah yang paling megah dan satu-satunya rumah yang bertingkat di desa tersebut saat hari sudah malam. Atep, sang lurah desa tersebut mengernyitkan dahinya melihat kedatangan Kayana. Rupanya dulu kayana merampok atas suruhan pak lurah. Saat ditangkap polisi, Kayana berjanji tak akan membocorkan rahasia pak lurah asal pak lurah menjamin keselamatan istrinya.

Atep tentu saja tak mau bertanggung jawab atas kematian Chacha karena itu bukan urusan nya. Kayana yang geram akhirnya meminta bagian dari hasil merampok dulu. Tentu saja sang lurah marah besar lantas mengusir nya dengan kasar. Kayana kini hanya bisa memaki saat keluar. Saat ia berjalan di kegelapan malam tiba-tiba ia mendengar suara sang istri tercinta.

” Mas Kayana, tolong aku mas.” suara lirih lapat-lapat masuk kedalam telinganya. Kayana yang shock tiba-tiba melihat sekelebat bayangan berada di rerimbunan pohon bambu.

” Chacha, kaukah itu Chacha? ” seru Kayana tak percaya. Saat bayangan itu berlari segera saja ia menyusulnya. Sayang bayangan itu terlalu cepat dan ia pun kehilangan jejaknya.

” Chacha, kau dimana sayang?” seru Kayana yang disambut deru riak air. Rupanya ia sedang berada dipinggir sungai. Saat itu matanya yang awas melihat sesuatu yang menyangkut diantara batang pohon. Segera saja ia mengambil nya lantas pulang kerumahnya.

Ini pakaian dalam Chacha, aku yakin. Desis Kayana ketika ia melihat benda tersebut didalam rumah. Darahnya langsung menggelegak karena tempat di temukan pakaian dalam sang istri tercinta ada disamping rumah Atep, lurah desa tersebut yang disegani. Segera saja ia mengambil golok lantas berlari keluar.

” keluar kau lurah keparat.” teriak Kayana dari luar rumahnya yang megah.  Sayang yang keluar bukannya sang lurah tapi Agus, pengawal nya. Mereka ribut lantas terjadilah perkelahian sengit sehingga membangun para penduduk desa. Walau Agus merupakan orang yang cukup jago di desa tersebut sayang ia bukan tandingan Kayana yang memang ilmunya lebih tinggi. Setelah berkelahi agak lama kayana berhasil menendang Agus membuat Agus pingsan seketika.

Kayana pun hendak merangsek masuk ke rumah lurah Atep, sayangnya ia dihadang oleh puluhan penduduk desa. Kayana segera menjelaskan bahwa ia ingin lurah tersebut bertanggung jawab atas kematian istrinya. Para penduduk desa tentu saja tak percaya karena mereka mengenal Atep sebagai lurah yang baik dan sering membantu warga dan juga dermawan. Kayana segera menjelaskan bahwa lurah tersebut mendapat banyak uang karena hasil rampokan nya. Para warga makin marah, satu dua orang yang tak menyukai kayana segera saja memberi komando agar kayana dibunuh. Serentak para warga pun menyerang kayana. Setinggi apapun ilmu yang dimiliki kayana ia tak berdaya juga menghadapi puluhan warga desa yang mengamuk. Ia pun akhirnya tersungkur ketika sebuah balok kayu menghantam kepala nya. Beruntung lurah Atep segera menghentikan aksi brutal warga yang hendak menghabisi nyawanya.

” Kasihan ia, anak ini baru keluar dari penjara dan juga shock melihat kematian istrinya.” Seru pak lurah bijak lantas menyambung. ” Bawa ia ke klinik dan obati. Biar aku nanti yang akan membayar semua biaya pengobatannya.”

Para warga tentu saja makin kagum dengan sikap pak lurah. Maka tanpa banyak bicara lagi mereka membawa Kayana ke klinik terdekat untuk di obati.

 

~ ~ ~

Kayana membuka matanya yang terasa berat. Sinar silau dari bola lampu segera saja menyergap matanya membuat ia menutup mata lagi. Setelah terbiasa, ia pun lantas duduk. Dilihatnya hampir seluruh tubuhnya dibalut perban. Dengan tertatih-tatih ia keluar ruangan dan dilihatnya seorang penjaga klinik sedang tertidur. Setelah puas minum air Kayana hendak berbalik lagi ke kamarnya, tapi ia mengurungkan niatnya ketika ia melihat gerakan yang mencurigakan dari luar klinik. Ketika ia mengintip dilihatnya Agus sedang mengendap-endap ke ruangan dimana ia dirawat sambil membawa golok. Dengan terpaksa Kayana kabur dari klinik tersebut karena dengan tubuh terluka tak mungkin ia menang melawan Agus.

Kayana berjalan tak tentu arah. Ia agak setengah berlari karena takut ketahuan dan dikejar oleh Agus. Karena berlari sambil melihat kebelakang ia tak melihat kalo ia berlari ke arah jalan raya. Kayana baru sadar saat ia melihat sebuah mobil menuju kearahnya. sayang sudah terlambat dan tabrakan pun tak dapat dihindarkan dan kembali Kayana tak sadarkan diri.

 

” Chacha, kaulah itu?” Seru Kayana ketika ia melihat sosok berbaju putih bersih berada didepannya saat ia membuka matanya. Ia tersenyum membuat Kayana lega. Akhirnya ia bisa kembali berkumpul kembali dengan sang istri tercinta.

” bukan, aku bukan Chacha. ” serunya yang membuat Kayana heran. Kayana hendak bangun tapi  tubuhnya masih lemah. Ia mengedarkan pandangannya dan tahulah ia sedang dirawat disebuah ruangan. Ruangan itu cukup bagus dan luas bertanda ia bukan dirawat di klinik desa.

” Aku tahu kau Chacha, aku tahu aku banyak bersalah padamu cha. Kumohon maafkanlah aku.” tangis Kayana pecah karena ia tak menyangka istrinya ternyata tak mau mengakuinya lagi.

” Ada apa Bubu?” seru seseorang datang dari balik ruangan. Ia heran melihat pasien yang dirawat itu menangis sesenggukan. Melihat hal itu Kayana segera sadar.

” Tak ada apa-apa Farida. Sepertinya ia sedang shock. Udah kamu jaga didepan saja, takut nanti ada pasien lain yang minta pertolongan. ” seru perawat bernama Bubu lantas berbalik lagi ke Kayana.

” maaf mas, kemarin kakak aku agak terburu-buru sehingga tak sengaja menabrak Anda. Aku tahu kakak saya salah, tapi percayalah itu tak sengaja.” serunya memelas. Melihat hal itu Kayana makin sadar. Ah, ternyata ia masih hidup dan belum menyusul sang istri.

” Ada apa ini?” seru seseorang.

” ah ini pak dokter, ia menyangka..” perawat bernama Bubu tampak malu dan tak melanjutkan bicaranya.

” Menyangka apa..” sang dokter tampak tak sabar. Akhirnya Kayana yang kasihan lantas memberi tahu kalo Bubu sangat mirip dengan sang istri. Tapi ia akui ternyata ia salah dan meminta maaf telah membuat keributan. Sang dokter manggut-manggut lantas memeriksa kondisi Kayana.

Setelah seminggu dirawat di rumah sakit dan juga oleh ketelatenan perawat bernama Bubu dalam merawatnya akhirnya Kayana sembuh total. Semua biaya ditanggung oleh keluarga Bubu, lebih beruntung lagi ternyata keluarga Bubu mau menerima nya setelah Kayana bilang bahwa ia tak punya keluarga dan tempat tinggal. Kayana sendiri tentu saja menutup rapat-rapat rahasianya bahwa ia merupakan bekas perampok karena takut keluarga Bubu akan menolaknya.

Akhirnya Amrana, ayah Bubu mengangkat Kayana menjadi salah seorang yang dipercaya untuk menjaga usaha toko pakaian nya. Kayana tentu saja bersyukur dan tak menyangka pak Amrana sebaik itu pada dirinya. Hubungan nya dengan Bubu juga semakin akrab.

~ ~ ~

” Mas Kay, waktu di rumah sakit mas bilang bahwa saya mirip istri mas. Apa benar?” Bubu membuka pembicaraan ketika mereka sedang berjalan-jalan di sebuah taman.

” ah itu, maaf kan aku Bubu. Aku waktu itu memang salah. Tapi terus terang, kau memang mirip Chacha almarhumah istriku.” jawab Kayana. Sebelum nya Kayana memang telah bercerita kalo ia pernah punya istri. Bubu sendiri sebenarnya agak malu, tapi ia sendiri sudah terlanjur tertarik dengan Kayana.

“Masa mas?”

” iya, masa aku bohong.”

” biasanya laki-laki mah suka bohong kalo ada maunya.” cibir Bubu.

“Aku ngga bohong, kamu memang cantik seperti istri ku dulu.”

” gombal, baru tahu ternyata mas Kayana tukang gombal.”

” ih kok gitu sih,  sini aku cubit kau.” Kayana maju lantas hendak mencubit, Bubu terpekik lantas berlarian lah mereka berdua sepanjang taman tersebut tanpa menghiraukan tatapan mata pengunjung taman lainnya. Dasar anak muda, begitu batin mereka.

Malam harinya hujan turun dengan deras. Kayana tertidur pulas di rumah yang disewanya setelah sehari berjalan-jalan dengan Bubu dan bermimpi. Dalam mimpinya ia melangsungkan pernikahan dengan Bubu. Saat berduaan didalam kamar ia dan Bubu tampak malu-malu. Tiba-tiba Bubu lantas berdiri tegak membuat Kayana terkejut. Lebih terkejut lagi ketika ia melihat wajahnya ternyata wajahnya sudah rusak dan berlumuran darah.

” kau bahagia mas Kayana, tapi aku mati penasaran. Aku mati penasaran, penasaraaannn!” teriaknya dan dengan perlahan ia mendekati Kayana.

” maafkan aku Chacha, maafkanlah aku.”

“Balaskanlah dendamku, balaskanlah dendam ku.” teriaknya keras membuat Kayana terkejut dan terbangun dengan bermandikan keringat.

Sementara itu dikediaman Amrana, Bubu tampak tidur dengan gelisah. Ia sendiri tak mengerti mengapa ia bisa segelisah ini, padahal hatinya sedang berbunga-bunga karena ia mendapat persetujuan dari sang ayah bahwa hubungan nya dengan Kayana disetujui oleh ayahnya. Amrana setuju karena sejak dipegang oleh Kayana usaha toko pakaian nya lumayan maju.

Karena tak dapat tidur maka Bubu pun keluar kamar. Ia menuju dapur lantas mengambil air minum. Saat minum dilihatnya dari balik jendela hujan turun dengan deras. Tiba-tiba petir menyambar membuat Bubu terkejut. Hampir saja ia menjatuhkan gelas yang dipegangnya. Saat ia lewat ruang tengah saat hendak kembali ke kamar tiba-tiba lampu padam. Tentu saja Bubu terkejut. Saat ia hendak mencari lampu senter, tiba-tiba dibelakangnya muncul sesosok perempuan. Perempuan itu berwajah mirip dengannya, hanya wajahnya yang rusak dan pakaiannya yang berbau busuk membuat bubu menggigil ketakutan. Lebih ketakutan lagi ketika ia memandang dengan penuh amarah lantas bergerak maju hendak mencekiknya.

” tidaaakkkkk! ” jerit Bubu lantas jatuh tak sadarkan diri.

Esoknya Kayana datang karena ditelpon oleh Amrana. Kayana tentu saja terkejut dengan peristiwa yang dialami Bubu. Akhirnya ia berterus terang bahwa istrinya telah meninggal karena lurah desa nya. Ia juga berterus terang bahwa ia pernah berbuat jahat, tapi ia berjanji bahwa ia tak akan melakukan nya lagi. Tentu saja Amrana agak shock, ia tak menyangka kalo calon mantunya memiliki masa lalu yang kelam. Melihat perubahan sikap sang ayah Bubu segera saja menghiba-hiba meminta ayahnya agar tak menghancurkan hubungannya dengan Kayana. Melihat kekerasan hati putrinya akhir nya Amrana mengalah membuat Kayana dan Bubu lega.

Setelah beberapa hari, akhirnya semuanya menjadi jelas ketika Amrana dan Kayana mencari informasi. Ternyata Chacha, istri Kayana dulu ternyata anak dari adiknya istri pak Amrana, jadi Chacha masih terhitung keponakan nya juga. Hal itu wajar, karena sejak Chacha menikah dengan kayana, orang tuanya yang tak setuju Chacha menikah dengan Kayana yang berasal dari keluarga kurang mampu lantas memutuskan hubungan keluarga sehingga tak terjadi kontak sama sekali. Setelah berdiskusi, Akhirnya dibuatlah suatu rencana untuk menjebak Atep, lurah desa tersebut agar ia mau mengakui perbuatannya agar arwah dari Chacha tenang.

Bersambung…

10 tanggapan untuk “Kutunggu Sampai Mati”

    1. Ternyata penyakit lama bangbro belum sembuh2 juga, hobi banget bawa pulang pakaian dalam orang lain. Yakin tuh bang punya chacha? Coba di endus2 dulu.. siapa tau punya mas satrio

      Suka

  1. Judulnya ku tunggu sampai mati…😱😱😱

    yang jadi masalah sejak kenal Bubu kayanya bang bro Kayana ogah mati dah… kalau mati nggak bisa nganu dong sama Bubu haahaaaa PA.. 😂😂

    Tapi ngomong-ngomong Bubu cewek apa 1/2 cewek kang Agus..😱😱😱 jangan buat bang bro kay kecewa.. 😂😂😂

    waahh!! jangan2 lurah Atep suka sama Chacha…nih…buktiknya ada CD Chaca dipinggir empang rumahnya…pasti dinganu..😱😱😱😱😱 😂😂😂

    Disukai oleh 1 orang

  2. Hmm,, cerita apaan sih itu?! Judulnya “Kutunggu sampai matek… eh mati” tapi isi ceritanya kok kyk gitu sih…?! Saya bingung membacanya dan nggak mudeng malah kepala saya yang puyeng…

    eNBe: yang nulis komen ini udah modar… (akun plesbuknya)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s