Rumah sakit misterius

Atep membetulkan letak barang bawaannya di motor lantas segera menstarter motor Honda tuanya. dilihatnya sang istri sudah berdiri kepayahan di belakang nya karena perutnya yang sudah membesar pertanda sebentar lagi ia akan melahirkan.

” Bersabarlah sayang, aku akan membawamu segera ke dokter.” Serunya lantas tanpa menunggu jawaban sang istri ia langsung menjalankan motor nya.

“Aduh kang, aku udah hampir tak kuat.” Seru eny, sang istri dari belakang sambil mendekap perutnya.

“Sabar ya, kita sebentar lagi sampai.” Hibur Atep sambil terus memacu motornya hati-hati. maklum, jalan kecamatan yang ia lalui agak berlubang dan ia tak mau ambil resiko motor nya oleng yang bukan hanya akan mencelakakan dirinya tapi juga istri dan anaknya. Beruntung sekarang musim panas sehingga ia bisa melihat lubang yang ada, lebih beruntung lagi tak lama kemudian ia melihat sebuah cahaya yang ternyata berasal dari sebuah lampu rumah sakit. Segera saja Atep melambatkan motornya menuju rumah sakit tersebut.

” Maaf pak, hanya dokter dan perawat yang boleh masuk kesini.” Seru seorang suster ketika Atep hendak melangkah masuk menuju ruang persalinan. Terpaksa Atep berhenti dan memandang istrinya.

” Kamu yang sabar ya sayang.” Sambil menggenggam tangan sang istri. Eny hanya mengangguk saja karena dirinya juga sudah kepayahan lantas dirinya pun menghilang dibalik ruangan persalinan.

Atep yang sebelumnya was-was kini bisa bernafas lega. Ia segera keluar dari ruangan tersebut lantas menuju keluar rumah sakit tersebut karena ia tahu akan lama menunggu. maklum, ia pernah menunggui saat adik iparnya melahirkan. Dari malam hari baru pagi harinya​ sang jabang bayi mau keluar.

Untuk menghilangkan rasa jenuh dan juga rasa penatnya setelah bekerja seharian Atep lantas keluar rumah sakit dan menuju sebuah warung makan yang terletak tidak jauh dari rumah sakit tersebut.

” Bu, minta teh manis hangat ya bu.” Serunya pada seorang wanita paruh baya yang sedang duduk menonton televisi. Sang empunya warung segera bangun dan dengan cekatan membuat pesanan Atep.

” Dari mana nak, malam-malam begini kok sendirian? ” Sang empunya warung bertanya sambil meletakkan gelas. Atep meminum dulu baru menjawab.

” Dari rumah sakit Bu, habis mengantarkan istri mau melahirkan.”

” Oh, rumah sakit mana? ”

” Itu Bu, rumah sakit disebelah warung ibu. Masa tak tahu sih?” Jawab Atep agak dongkol juga karena merasa dipermainkan.

” Astaghfirullah, rumah sakit itu sudah lama tak beroperasi nak. Masa kamu tak tahu.”

Seketika darah Atep langsung berdesir. Ia seketika teringat bahwa memang di daerah tersebut memang ada rumah sakit tapi sudah lama tak beroperasi karena sejak seorang anak yang menjadi korban mal praktek, orang tuanya yang tak terima lantas mengumpulkan massa dan membakar rumah sakit tersebut mengakibatkan beberapa orang dokter dan juga perawat menjadi korban massa yang kalap. Buru-buru Atep ambil langkah seribu.

Setibanya Atep di rumah sakit tersebut ia terkejut. Lampu rumah sakit yang sebelumnya terang benderang menjadi gelap gulita.   Suara jangkrik bersahut sahutan tampak dimana-mana. Atep menjadi panik, beruntung ia masih ingat ruangan dimana istri nya ditinggalkan. Saat ia menuju Ruangan tersebut terkejut lah ia saat membaca papan nama ruangan tersebut.

KAMAR MAYAT

Segera saja ia mendobrak ruangan tersebut dan Atep hampir pingsan ketika ia melihat apa yang ada di sana. Eny sang istri dilihatnya sedang tergeletak di meja. Ia terbujur kaku, entah hidup entah mati. Beberapa suster yang ada didekatnya tampak sedang asyik menjilati darah yang keluar dari persalinan, sementara tak jauh dari situ tampak dokter sedang asyik mengunyah kaki bayi yang masih berlumuran darah.

“Tidaaakkkk.!! ” Atep menjerit keras sejadi-jadinya melihat peristiwa tersebut. Sayangnya teriakan keras itu terhenti ketika sebuah suara menimpali.

“Stop, suaramu kurang kencang Atep. Kau harus menjerit-jerit​ lebih keras. Kau harus menjerit seakan melihat hal yang sangat mengerikan, bukan seperti melihat tukang kredit datang mau menagih kamu. Ok kita mulai lagi, action. ” Seru sang sutradara dari pinggir ruangan.

Krik krik krik, dan pembaca pun menyeka hidung mereka yang tiba-tiba mimisan.

TAMAT

Cikande,  10 Juni 2017.

11 tanggapan untuk “Rumah sakit misterius”

  1. Haaahaaa!!!! gw udah serius2 eehhh!!! akhirnya nyeleneh… untung cuma shoting yaa!! kang.. coba kalau benar erny bisa ogaahh!! jadi peran ibu hamil..haahaaa!!! PA 😱😱😱😱😱😂😂😂😂😂😂😂👍👍👍👍👍👍

    Suka

  2. Hahaaaa ternyata Atep dan Eny lagi main film, sempet teringat movie silent hill waktu dokternya makan kak1 b*yi, kirain beneran heheheee

    Makasih udah menyuguhkan cerpen yang cukup menegangkan plus bumbu komedinya hihii

    Sempet tertegun saat baca paragraf pertama..
    Good writing Mas Agus

    ***Semakin banyak menulis, semakin kreatif, semakin kreatif, semakin cerdas

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s